Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI : “ Beri aku 10 pemuda
maka akan kuguncangkan dunia “. Tegas tersirat ungkapan itu serasa menjadi
cambuk bagi pemuda masa kini, ditengah arus globalisasi yang semakin kencang
dihembuskan para kapitalis imperium barat, tak terbantahkan, hal itu menjadi
sebuah mesin kejut yang dipaksa masuk hingga membawa pengaruh pola
pikir dan mengikis habis norma moral dan budaya sosial nusantara yang
seharusnya menjadi modal besar menuju berdirinya kembali sebuah bangsa yang
besar.
Tak demikian halnya dengan pemuda yang satu ini, Bernama
lengkap Mery Dian Cahyono, berumur 36 tahun yang ketika itu masih berkobar -
kobar saat berbicara tentang kemajuan, khususnya kemajuan desanya. Kurangnya
penguasaan dalam hal komunikasi publik seakan tak jadi soal ketika semuanya
berorientasi pada gerakan dan hasil kerja. “saya memang kurang pandai
berbicara, apalagi berbicara di depan orang banyak atau orang – orang yang
berseragam, mungkin karena saya dari dulu orangnya pemalu dan pendiam, rugi
pastinya, tapi saya akan selalu belajar dan berusaha untuk bisa” Ungkap Merry.
D.C ketua terpilih Posdaya Semangat Mandiri desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan
Jenggawah.
“Banyak hal yang perlu diselesaikan dan dijadikan program
kerja posdaya nantinya, oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada
mahasiswa KKN dengan terbentuknya Posdaya ini, lebih lanjut kami akan
berkoordinasi dengan pemerintah desa, BPD, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan
warga tentunya untuk mengetahui apa – apa saja permasalahan – permasalahan yang
ada di desa khususnya yang menyangkut kepentingan mayoritas sehingga dapat
menjadi skala prioritas dari kegiatan Posdaya kami ini“ Lanjut mas Mery,
panggilan akrab beliau.
“Selama ini kami memang merindukan sebuah wadah yang legal
yang di ketahui oleh warga dan semua unsur desa, sehingga ruang gerak kami
menjadi tak terbatas dan dapat melaksanakan fungsi menfasilitasi hubungan
kerjasama dengan pihak – pihak diluar desa kami, khususnya dinas – dinas
terkait dalam rangka kegiatan edukasi warga atau kegiatan – kegiatan sosial
lainnya, sekali lagi kami sangat terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN ini“
ungkapnya lebih lanjut.
Desa Kemuningsari Kidul kecamatan jenggawah memang bukan sebuah
desa yang biasa, selain letaknya yang berada tak jauh dari kota dan berjajar
dengan desa ambulu yang notabene mempunyai sedikit peradaban yang lebih maju
terkarenakan tersedianya kelengkapan tingkat sekolah SD – SMA disana, Desa
Kemuningsari masih bertahan dengan segala kearifan lokalnya yakni jiwa gotong
royong dan musyawarahnya. Hal itu tercermin ketika pelaksanaan kegiatan perdana
yang dilaksanakan oleh POSDAYA yang juga sebagai kegiatan pendampingan oleh
mahasiswa KKN bertajuk penyuluhan pertanian pembuatan pupuk organik dan
budidaya Buah Naga dan jahe yang dilaksanakan pada tgl 02 september pukul 14.00
wib dibalai desa kemuningsari kidul, antusias warga akan sebuah pengetahuan
menjadi tampak nyata. Hal itu didukung pula oleh pertanyaan – pertanyaan yang
dilancarkan oleh warga kepada penyuluh pertanian dari dinas pertanian UPTD
kecamatan jenggawah seakan menginsyaratkan keinginan mereka, untuk maju memperbaiki
taraf kehidupannya.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Musyawarah dan gotong royong juga tercermin pada saat acara
rembug warga tgl 26 Agustus 2014 Pukul 18.00 WIB, dengan metode aklamasi yang
dipimpin langsung oleh bapak sekretaris desa Bpk Sugeng. W, warga yang
terwakili oleh para ketua RW/RT, Kader PKK,POSYANDU, Ketua BPD, Kepala dusun,
Tokoh Masyarakat dan tokoh pemuda tampak sedikit alot dalam memilih SDM mana –
mana yang layak masuk dalam struktur kepengurusan POSDAYA hingga akhirnya
terbentuklah POSDAYA sebagai pengharapan bersama akan hasil musyarawah warga
dan tertulis dalam berita acara rembug warga tentunya.
![]() |
![]() |
Lebih lanjut, rapat pengurus yang dilaksanakan keesokan
harinya pada tgl 27 Agustus Pukul 18.00 wib di posko POSDAYA Jl. Kartini No 83,
yang dipimpin langsung oleh Ketua Terpilih Mery Dian Cahyono sempat tersendat
pada saat perumusan RPJP (Rancangan Program Jangka Panjang) dan ADART. Rumusan
pasal yang mengatur tentang periode jabatan pengurus dan iuran anggota menjadi
suatu rumusan yang cukup lama untuk di perbincangkan hingga pencapaian suatu
kesepakatan. Hal itu wajar ketika dibutuhkan suatu pedoman yang ditasbihkan
menjadi pegangan yang bersifat antisipatif di masa datang sekaligus wujud nyata
dari sebuah kesepakatan bersama sebagai hasil dari musyawarah bersama dan
nantinya akan dipertanggung jawabkan bersama.
Prioritas atas RPJP pun tak luput di perbincangkan dalam
musyawarah pengurus tersebut, Ketua terpilih memberikan pandangan –
pandangannya terhadap program – program yang terdiri dari 4 pilar bidang
Ekonomi/kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Lingkungan satu persatu secara
terperinci yang selanjutnya dapat diteruskan secara musyawarah bersama hingga
didapatkan mana – mana yang dapat segera dilaksanakan dan mana – mana yang
masih bersifat kondisional.
Hingga akhirnya didapatkan beberapa program yang dapat
dilaksanakan dan tentunya diperlukan pendampingan oleh mahasiswa KKN yakni,
kaderisasi pembuatan produksi kerajinan daur ulang, edukasi bidang pertanian,
edukasi tentang akta kelahiran, edukasi tentang BPJS, penggerakan warga dalam
mengumpulkan bahan baku kerajinan dan penggerakan warga untuk aktif dalam
posyandu.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Kamis, 28 Agustus 2014, Ketua terpilihpun di dampingi oleh
mahasiswa KKN seperti yang sudah direncanakan semula berangkat untuk mencari
informasi – informasi terkait program ke dinas terkait yakni dinas pertanian
dan dinas kependudukan, dimana beberapa informasi didapatkan dari kunjungan
tersebut untuk dinas pertanian adanya informasi tentang penyuluhan yang
berkoordinasi dengan UPTD setempat dan bantuan bibit sedangkan dinas
kependudukan tentang pendaftaran akta kolektif yang berkoordinasi dengan
kecamatan.
“Banyak hal yang saya dapat dari kunjungan ke dinas ini,
setidaknya saya bisa lebih tahu bahwa banyak sekali hal – hal, informasi atau bantuan
– bantuan dari pemerintah yang seharusnya dapat di upayakan untuk membantu
kemajuan desa saya” Jelas Mas Mery.
Melimpahnya bahan untuk pupuk organik, seperti kotoran
hewan, sekam dll di desanya membuat mas mery berkkeinginan mengedukasi warga
untuk membuat pupuk organik “kita adakan penyuluhan teori dulu, kemudian
praktek, dilanjutkan dengan upaya meminta bantuan bibit dan nanti kita gerakkan
warga untuk bercocok tanam, minimal sebagai upaya pemanfaatan lahan pekarangan
untuk pemenuhan kebutuhan keluarga dulu, apabila ada lebihnya kita menuju arah
pemasaran” tegas mas mery.
Hal senada juga di sampaikan oleh kepala UPTD Dinas
Pertanian Kecamatan Jenggawah Bpk. Rudi, “Kalo Cuma penyuluhan aja kita sudah
sering, saran saya sediakan bahan – bahannya nanti warga kita arahkan untuk
langsung praktek biar ada hasilnya” terang Bpk. Rudi. “Hubungi bpk. Abd. Ghofur beliau
anggota kelompok tani di kemuningsari yang mempunyai alat dan bahan pembuatan
pupuk organik setelah kita adakan penyuluhan nanti peserta penyuluhan kita
arahkan kesana untuk praktek langsung” lanjut Bpk. Rudi.
Pertemuan pada hari senin. Tgl 01 september 2014 dengan Bpk.
Rudi di UPTD Dinas Pertanian itu nampak membawa angina segar bagi mas mery
selaku ketua POSDAYA, setidaknya kemajuan selangkah atas desanya sudah tinggal
di depan mata, betapa tidak sepulang dari UPTD mas mery pun langsung menemui
bpk. Abd. Ghofur sosok yang di rekomendasikan UPTD untuk membantunya dan jabat erat
dukungan kepada POSDAYA pun dengan serta merta segera didapat atas kesediaanya
untuk hadir nanti pada acara penyuluhan hari selasa, tgl 02 September pukul 14.00
wib.
Semakin bersemangat itulah yang mungkin nampak pada raut
muka mas mery, “Untuk gerak awal POSDAYA mungkin sebatas sosio oriented tetapi
targetnya adalah profit oriented dimana harus ada kesesuaian dengan namanya
yakni POSDAYA SEMANGAT MANDIRI, mandiri, professional, tetap sebagai forum
silahturahmi, komunikasi dengan warga dan unsur desa dan advokasi sebagai
solusi permasalahan warga adalah harapan saya, bukan begitu ya dek, definisi
POSDAYA. Hehehe.“ Ujar mas mery bercanda kepada kami mahasiswa KKN TEMATIK POSDAYA GEL. II /2014 - Kel. 143.
















0 komentar:
Posting Komentar